Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Penatalaksanaan Pasien Krisis Tiroid di Intensive Care Unit

  • Sonni Soetjipto ,
  • Ketut Sinardja ,
  • Made Wiryana ,

Abstract

Krisis tiroid merupakan kegawatdaruratan dalam bidang endokrin dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penegakan diagnosis dini dan pengelolaan secara tepat akan memberikan prognosis yang baik. Diagnosis krisis tiroid didasarkan pada gambaran klinis pasien, bukan pada gambaran laboratoris. Demam tinggi, disertai gangguan pada sistem saraf pusat, sistem kardiovaskular, dan sistem pencernaan merupakan gejala dan tanda yang khas. Krisis tiroid sering terjadi pada pasien dengan hipertiroid yang mendapat terapi tidak adekuat dan dipicu oleh adanya infeksi, trauma, pembedahan tiroid, atau diabetes melitus yang tidak terkontrol. Pada laporan ini kami menyampaikan kasus perempuan usia 36 tahun dengan riwayat penyakit Graves dengan penurunan kesadaran, demam tinggi, palpitasi, dan nyeri perut yang disertai mual muntah. Pada penilaian kriteria Burch dan Wartofsky didapatkan skor 90. Pengelolaan secara agresif dilakukan secara intensif dengan pemantauan ketat di intensive care unit (ICU). Pengelolaan penyakit ini meliputi menurunkan sintesis dan sekresi hormon tiroid, menurunkan pengaruh perifer hormon tiroid, mencegah dekompensasi sistemik, dan terapi penyakit pemicu. Terapi definitif penyebab disfungsi tiroid dilakukan bila kegawatan telah teratasi.

How to Cite

Soetjipto, S., Sinardja, K., & Wiryana, M. (2017). Penatalaksanaan Pasien Krisis Tiroid di Intensive Care Unit. Medicina, 48(1), 24–26. https://doi.org/10.15562/medicina.v48i1.19

HTML
543

Total
288

Share