Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Multimodal analgesia pada manajemen nyeri paska-bedah: sebuah laporan kasus

Abstract

Abstrak

Nyeri pascabedah merupakan respons fisiologis sebagai reaksi terhadap suatu kerusakan jaringan yang terjadi akibat trauma pembedahan. Multimodal Analgesia adalah suatu kombinasi dari beberapa golongan obat berbeda dengan tujuan mencapai efek analgesia optimal, serta meminimalisir efek non terapeutik dari analgesia yang diberikan.

Kami melaporkan sebuah kasus seorang Perempuan, usia 27 tahun pascapembedahan Relaparotomy, secondary look, release adhesions akibat Residive Borderline Ovarian Carcinoma Stadium IV. Meskipun telah mendapatkan regimen berupa multimodal analgesia disertai penggunaan epidural analgesia pada manajemen nyeri pascapembedahan, namun Pasien mengeluhkan break through pain pada hari ketiga pascapembedahan. Keluhan ini disertai efek nonterapeutik pasca pemberian rescue dose opioid intravena berupa mual muntah. Pasien kemudian mendapatkan suplementasi tindakan akupunktur sebagai kombinasi dalam rangkaian multimodal analgesia yang sedang berjalan. Kombinasi tersebut menunjukkan efek sinergi yang adekuat, sementara  dosis opoid pada epidural analgesia akhirnya dapat dikurangi secara bertahap.

 

Abstract

Postoperative pain has known as a physiological response due to surgical dissection. A combination of various medication to achieves an optimal analgesia effect was presents as multimodal analgesia. Thus strategy to amplify the therapeutic effect and reduce the nontherapeutic effect of analgesia each drug.

propound in regard to a woman, 27 years old post-relaparotomy, secondary look, release adhesions due to a Residive Borderline Ovarian Carcinoma Stadium IV. Even after a regimen of multimodal analgesia, that combined with epidural analgesia in postoperative pain management. But the patient had to complain about breakthrough pain on the third-day postoperative. This complaint worsens by nausea vomiting, as nontherapeutic effect after provision a rescue dose of intravenous opioid. Patients then get supplements a combination act with acupuncture as a part of the existing multimodal analgesia. Further, the combination shows an adequate synergic effect while opioid doses in epidural analgesia were tapering off.

References

  1. References
  2. Hayek Salim M, Shah Binit J, Desai Mehul J, Chelimsky Thomas C. Medicine An Interdisciplinary Case-Based Approach. Oxford University Press; 2015: 337–346.
  3. Hadzic Admir, White Paul F. The New York School of Regional Anesthesia Textbook of Regional Anesthesia and Acute Management. The McGraw-Hill Companies, Inc; 2007: 918-1115.
  4. Butler Stephen H, Chapan C Richard. Bonica’s Management of 3rd Ed. Lippincott Williams & Wilkins; 2001: 1832-1840.
  5. Waldman Steven D. Review 2nd Ed. Elsevier; 2017: 573-574.
  6. Saputra Koosnadi, Syarif Sudirman. Akupunktur Untuk Nyeri dengan pendekatan neurosain. CV Sagung Seto; 2009: 24-31.

How to Cite

kondengis, paulus, & Sinardja, I. K. (2019). Multimodal analgesia pada manajemen nyeri paska-bedah: sebuah laporan kasus. Medicina, 50(2). https://doi.org/10.15562/medicina.v50i2.626

HTML
895

Total
622

Share

Search Panel